Belajar Mandiri Dari Sekarang!


Sebagai Remaja, saya melihat remaja saat ini pada umumnya masih banyak yang bergantung pada orang tuanya, bukan hanya dalam hal finansial, bahkan masih ada dari mereka yang selalu diuruskan orang tua dalam hal – hal pribadi lainnya , seperti cucian pakaiannya, setrika, beresin kamar, dibangunin tidur ataupun urusan lain diluar rumah masih selalu diuruskan oleh orang tuanya.

Misalnya ,

Ngurus KTP, SIM, buat rekening dll. Urusan seperti ini biasanya masih minta ditemani oleh orang tua atau bahkan masih ditemani orang tua. Alasannya? “Gak tau caranya, takut resiko”

Ok.. Mengenai hal itu masih wajar saja dikacamata saya, tapi yang gak wajar menurut saya itu…

Banyak dari mereka yang masih selalu bergantung pada orang tua. Tapi kelakuannya ‘SubahanAllah’.

Yahh.. mungkin yang sederhana seperti, Ngadoin pacarnya dari hasil ngerengek duit dari orang tua. Atau yah,, mungkin hal lainnya.. you know lah.  Saya gak akan bahas. “emang kenapa? Yang punya duit ortu gue, yang ngurus gue ortu gue, kok sewot!” Oklah..πŸ‘

Kalau mau bicarain kemandirian, saya rasa gak semua remaja seperti itu. Sudah mulai banyak remaja yang sudah bisa mandiri.

'Mandiri? Mandi Sendiri? ,ehh atau urusan kaya nyuci, beres beres atau apa sendiri? Gue juga bisa kali kalau cuma gitu.'
Sipp.

Anak sekolah mandiri
Ilustrasi seorang anak yang mandiri

Dan memang, mandiri itu bukan sekedar memenuhi kebutuhan finansial pribadi, mandiri itu luas. Intinya, dimana kalian bisa memenuhi keperluan ataupun mengatasi masalah kalian sendiri tanpa melibatkan orang tua ataupun orang lain.

Tapi memenuhi kebutuhan finansial sendiri, Happy, atau Entertaining dari usaha sendiri? Berani?

Sebagian mungkin menjawab “Iya! Udah gue lakuin kok!”. Tapi saya juga yakin, sebagian juga akan  menjawab..

Buat Apa?
‘Cari duit sendiri? Gue masih punya orang tua, yang masih mampu biayain gue! Yang bisa ngurus gue!. Kurang kerjaan banget.
Ngurus kebutuhan pribadi lainnya?, oklah gue juga bisa mandiri, tapi kalau biayain diri sendiri. Gue masih punya keluarga!’

Ok, tapi mandiri itu, juga dimana kalian bisa mengelola sendiri dengan baik, apa yang telah diberikan kepada kalian. Entah itu dari orang tua, saudara, keluarga, teman, ataupun dari Tuhan.


Keren itu mandiri
Source : Google

Saya pernah membaca sebuah cerita, mungkin dibuku pelajaran SD saya.

Dimana, ada kakak & adik yang mendapatkan uang masing-masing Rp.100.000 dari orang tua mereka, dan orang tua mereka juga membebaskan mereka untuk menggunakan uang itu.
Sang Adik membeli mainan dan beraneka jajanan cemilan yang cukup banyak dan menghabiskan semua uangnya. Sedangkan sang kakak, meminta restu dari orang tuanya karena dia berniat menggunakan semua uang itu untuk membeli roti, dan dia berniat untuk menjualnya.

Dan setelah itu, tak lama mainan sang adik rusak, dan jajanan yang dia beli tentu saja habis. Sedangkan sang kakak, menjual rotinya dengan tekun, dia menjual dagangannya terkadang disekolah, rumah atau bahkan di tepi jalan. Hari demi hari hingga usaha sang kakak berkembang dan mampu membuka sebuah toko roti sendiri. Dan sang kakak tentu bisa membelikan mainan baru dan jajanan apa saja yang adiknya inginkan, selain itu tentu sang kakak bisa memenuhi beberapa kebutuhan  hidupnya sendiri.
--------------
Mandiri itu enak loh, kita bisa membahagiakan orang yang kita sayangi dari hasil jerih payah kita sendiri, dan rasanya itu luar biasa..

Lo bisa nyenengin pacar lo, adik, sahabat, teman ataupun orang tua kalian dari duit kalian sendiri.
Kan lucu, lu ngadoin doi lu, bawa doi keliling jalan tapi duitnya dari ngerengek ke orang tua. Hehehe..

And, eitsss.. disini bukan berarti saya membenarkan ataupun mengajarkan pacaran ya..! just, yahh misalnya ajaah begitu. terserah lo aja, mandirinya lo gimana, hehehe..

Dengan mandiri, kita juga bisa menolong orang lain dengan hasil jerih payah kita sendiri, kita bisa berzakat, sedekah ataupun menyumbangkan sebagian dari hasil jerih payah kita sendiri, benar dari hati kita bagi mereka yang membutuhkan.

Bahkan ada nih, cerita seorang anak yang ingin sekali bisa berkurban sendiri. Dengan awal, si anak menabung, tapi tak banyak, cukup hingga dia bisa membeli seekor anak kambing, dan anak kambing itu dipelihara oleh anak tersebut, diberi makan hingga si kambing besar dan sudah memenuhi syarat hewan kurban. Dan betapa senangnya si anak, bisa memberikan daging kurban dari hasil usahanya sendiri.
------------
By The Way, saya cerita begini bukan berarti saya merasa paling bener, paling mandirilah, apalah, atau yang paling jago urus diri sendirilah. Gue juga sama kali, makan juga masih gantung di orang tua, numpang hidup dirumah orang tua, dan terkadang masih butuh bantuan orang tua ataupun orang lain.πŸ˜₯

Tapi yahh.. bagi saya selalu bebanin orang tua itu gak enak, ortu dah punya 4 anak. Kalau kita minta ini juga paling suka dibilangi ‘ nanti aja atau gak usah’. Kan gak enak ya?

Dan, yahh.. setidaknya walaupun kita masih sekolah, bantulah ringankan sedikit beban orang tua kita, ya gak?

“Ahh, ngapain, ortu gue kaya, gajinya banyak.. udahlah.”

Ya, tentulah kalau ortu kalian udah kelewat mampu dan ngasih atau ngefasilitasi kalian, ya masa sih gak mau? Tapi, berbakti sedikit, sesekali kalau ada kebutuhan gak minta ortu kan, keren yah. masa mau beli kuota sendiri, masih harus minta ke ortu sih.

Kalau saya sendiri sih,Alhamdulillah sejak SMP doyan banget sama yang namaya “Duit”, but dapetin sendiri dong.πŸ˜‰*bukan maksud gimana yah

Kalau untuk ngurus diri sendiri, mungkin saya sudah terlatih sejak saya masih SD, dulu pernah dititip dinenek selama 2 tahun dikampung tanpa orang tua, dan saat itu nenek saya juga belum pensiun dan masih bekerja. Tapi kalau nyari duit sendiri?

Mungkin ada dari kalian yang baca tulisan ini, temen lama saya dari Kalimantan timur, dan kalau denger nama “Putra Riyadi” pasti dipikiran kalian, “eh situkang promosi itu ya”, eh “yang jual pulsa itu ya”, eh “yang ngajar ngaji itu ya.?”, si cowok olshop itu? Si Otak bisnis itu?. Atau apalah…

Bahkan ampe saya pindah dari Kaltim, beranda fb saya dan bbm saya selain penuh dengan ucapan sampai jumpa, eh ada yang malah bilang “semoga disana dagangannya laku ya”.πŸ˜‚


Screenshoot


Dan ya, saya akui itu, saya memang otak-otak bisnis banget… untung kecil ataupun gede, yang penting duit.πŸ˜‹

Kok gitu? Emangnya ortu gak mampu?

Bukan gak mampu, saya suka nyari duit sendiri sudah dari saat saya masih di kaltim kok, dan saat itu  bapak saya juga bekerja di kantor adiministrasi perusahaan batu bara di kaltim, dan penghasilannya juga Alhamdulillah.Tapi itu bukan jadi alasan bagi saya untuk tidak mencoba untuk mandiri.

Saya mau nyari sedikit penghasilan sendiri itu, tentu karena saya mau memenuhi keperluan dan keinginan saya sendiri, tanpa terus minta kepada orang tua.tanpa diomelin, dan Alhamdulillah hampir selama saya SMA saya gak pernah minta uang jajan dan keperluan dari orang tua, kecuali memang mau dikasih. Itupun ortu saya sudah terbiasa gak ngasih, karena keinginan saya.

Sering ditanya, kok kamu ngerti jualan? Siapa yang ngajarin?. Gak Ada!!.
Kalua niat nyari duit sendiri itu berawal saat saya menang suatu lomba olimpiade dan dapat duit dari lomba itu, jadi bisa membeli sendiri suatu barang yang sangat saya inginkan. Dari situ seneng banget, saya jadi terpacu untuk terus bisa dapatkan uang sendiri, ditambah lagi liat upin&ipin yang jualan terus duitnya dia masukkan ke bank buat dipakai suatu saat, sayapun meniru hal yang sama.

Gimana caranya gue nyari duit sendiri? Gue gak ngerti apa-apa, gak tau mau ngapain?

Mulai aja dulu dari membiasakan melakukan atau mengurus berbagai hal sendiri, seperti yang tadi sempat saya kutip, jangan  pernah bilang “Gue gak ngerti, Takut Resiko!”. Kalau anda masih remaja, ayo coba dari sekarang! Anda sudah hampir dewasa, dan harus berani melawan resiko. Ini adalah bekal mental untuk kalian di masa depan. karena berbisnis atau mencari uang penuh dengan resiko kegagalan, jadilah mandiri. 
Biar suatu saat bila jadi anak kos, gak gagal dan bisa antisipasi keperluan sendiri.😁 pokoknya kalau orang Makassar bilang sotta sotta(Sok Tau) aja lah. selalu coba berani lakukan sendiri.

Selanjutnya, kalian bisa dapatkan ide buat nyari duit sendiri, dengan cara mencari dan melihat potensi apa saja yang ada disekitar kalian, cari sumber penghasilan yang sesuai dengan tempat tinggal ataupun kondisi sosial disekitar kalian. Entah itu lowongan pekerjaankah, perkumpulan, usaha atau bisnis. Lihatlah semua peluang yang ada.
Misalnya, Kalian tinggal didesa yang mungkin sebagian orang disana masih cukup gaptek, dan jauh dari kota, tapi koneksi internet disana cukup baik. Ya kalian harus ambil kesempatan itu dengan cara jualin tuh barang barang diinternet dan ambil keuntungan. carilah barang termurah yang kira- kira akan laku didaerah kalian, kumpulkan gambarnya, lalu pasanglah harga dan perlihatkan kemereka.

Intinya bersamaan dengan mencari potensi di sekitar, kalian teruslah menggali potensi diri kalian sendiri, jangan cepat merasa puas dengan zona nyaman kalian, atau apapun yang telah kalian miliki saat ini.Terus gali potensi dan selalu iringi dengan niat yang baik, dan tekad yang kuat, Insha Allah segala sesuatu akan selalu dimudahkan.

Dan ingat! Saat kalian bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri, jangan lantas mau membantah orang tua, pergi seenakya, bersuka ria sesuka hati diluar batasan, melawan larangan orang tua. dengan dalih, gue bisa nyari duit sendiri.....Jangan!!


Anak yang menyayangi orang tua
Ilustrasi anak yang menyayangi ibunya (source : Google)

Mintalah selalu restu dan ridho serta saran dan izin dari orang tua kalian, saat kalian mau berusaha, dan jangan lupa bahagiakan mereka. Insha Allah, Jalan sangat luas untuk kalian, karena Restu dan Ridho orang tua adalah langkah awal yang paling penting. Dan ingatloh,dalam agama pada dasarnya orang tua sudah terlepas dari tanggungan terhadap anak laki lakinya disaat dia sudah aqil baligh.

Sedikit tips selain itu semua, sesuai hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa beberapa pintu rejeki adalah sedekah dan perluas silaturahmi .

Dan memang benar, memperluas silaturahmi adalah pintu rejeki yang luar biasa, kita tidak pernah tau suatu rejeki dari berbagai orang yang kita temui, atau bisa juga berupa ilmu yang bisa kita kelola Bersama. Intinya silaturahmi itu luar biasa manfaatnya.
Tapi yang terpenting, selalu bersedekah dari apa yang kita dapatkan.😊

Ok, ayo mandiri dari sekarang..!

Maaf bila tulisan ini sangat Panjang, dan apabila terdapat banyak hal yang menyinggung. 

Tapi semoga bisa menjadi motivasi bagi kita semua, terutama para remaja untuk bisa mandiri sejak dini.

Sekali lagi saya juga tidak sempurna, saya tidak mempunyai uang sendiri yang seberapa, dan saya juga masih numpang hidup dari orang tua saya, masih terkadang bodoh dan merugi, tapi yuk! Dari sekarang kita coba memenuhi kebutuhan kita sendiri. Mari terus belajar dari lingkungan dan menggali potensi kita Bersama. Ayo Mandiri!


Caption


Terima Kasih, yang mau baca tulisan ini hingga selesai, tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar ya. Dan kalau keberatan bilang aja ya.!πŸ˜€


- Raya Putra -

6 komentar:

  1. Ketcehhh, menginspirasi

    BalasHapus
  2. Pikiran yang luar biasa sebab banyak yang tidak terpikir melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bu, Mohon bimbingannya selalu yahπŸ˜ŠπŸ‘

      Hapus
  3. Teruslah menginspirasi😊

    BalasHapus
  4. salam mandiri, kita harus siap mandiri jika saatnya tiba

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html