Tuhan tau yang terbaik untuk kita

Assalamualaikum Wr. Wb.


Tuhan tahu yang terbaik
Source : tentangcinta.com

2 hari yang lalu, usia saya telah genap 18 Tahun. Saya sangat bersyukur Tuhan masih memberi saya nafas hingga hari ini. Memang masih sangat muda, namun kini saya sudah menginjak usia dewasa.

Alhamdulillah, di penambahan usia saya kali ini, Allah tetap memberikan nimat-nikmatNya untuk saya, teman - teman yang mengingat saya dan mendoakan saya. Bagi saya doa orang - orang yang tulus adalah hal utama dan terpenting bagi saya, hadiah terindah yang sangat saya percaya. Karena Insha Allah, doa dari mereka akan mempermudah langkah saya di masa depan hingga kelak di akhirat nanti.
ulang tahun yang menarik dan bahagia
Beberapa Sahabat yang selalu mendukung dan mendoakan saya

Sayapun tak lupa untuk berharap dan berdoa, dengan penuh harap semoga Allah memperkenankannya.

Namun, kini saya menyadari bahwa segala doa dan harapan harus kita pasrahkan sepenuhnya kepadaNya.
Allah tentu meminta kita berdoa dan selalu meminta hanya kepadaNya. Dengan penuh harap dan keyakinan bahwa setiap doa kita pasti akan dikabulkan. Namun, Allah juga ingin kita berdoa dengan tawakkal dan berpasrah diri, karena Allah akan mengabulkan doa kita melalui 3 cara.
Segera dikabulkan, ditangguhkan hingga saat yang tepat, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Terkadang apa yang kita inginkan, belum tentu yang terbaik untuk kita. Hanya Allah yang mengetahui segala rahasia dibalik harapan, dan Dialah yang tau apa yang terbaik untuk kita.

apa yang kita inginkan belum tentu baik
Source : Google

Saat saya meninggalkan Kaltim sekitar 20 Bulan yang lalu, tempat tinggal yang sangat saya cintai, dimana saya memiliki banyak sahabat yang menyayangi saya. dimana saya bisa menjadikan teman seperti keluarga saya, dimana saya telah memiliki nama yang baik disekolah dan lingkungan saya, dan dimana saya bisa berbagi ilmu dengan adik-adik TPA dimasjid di setiap malamnya, dan disana juga tempat saya mulai belajar mandiri dan berbisnis. Rejeki kedua orang tua juga lancar disana.

Bayangkan saat saya harus meninggalkan semua itu, kehilangan semua itu.
Padahal selama ini, saya selalu berharap dan berfikir, Kaltim adalah tempat terbaik untuk saya, tempat dimana saya bisa meraih mimpi saya, dan mengejar cita-cita saya.

Tapi Allah punya kehendak lain, Allah mengambil apa-apa yang telah saya miliki, memindahkan saya kembali ke kota kelahiran saya, Makassar.

Saat saya pindah, saya sempat putus asa, ditambah rasa berat karena banyak yang kehilangan saya, berminggu-minggu lamanya setelah perpindahan sayapun, tak berhenti teman lama saya menanyakan perpindahan saya, hal itu membuat saya semakin terkenang mereka yang telah memberikan hari terbaik untuk saya disana.

kenangan di pantai losari
Tanda tangan yang diberikan teman-teman saya sebelum pindah

Saya putus harapan tinggal dikota besar. Saya merasa tidak bisa berbuat apapun disini, saya tidak ingin berusaha mandiri dan berbisnis lagi atau apapun lagi, saya enggan menjadi pengajar ataupun remaja di masjid lagi, dan juga enggan mengikuti kegiatan apapun disekolah baru saya.
Saya merasa bodoh, merasa tidak mampu melakukan apapun disini.

Disekolah baru saya terkesan menutup diri karena kegalauan saya, saya hanya terus memainkan HP saya untuk mengajak teman lama saya yang sudah jauh disana mengobrol. Hingga banyak yang tidak mau mendekat ke saya dan membuat saya berpikir tak ada yang mau menemani saya disini. Bahkan saya sempat dibully, tapi saya bukan seseorang yang penakut, setiap bullyan selalu saya lawan dengan tatapan tajam, hingga benar-benar tidak ada yang mau mendekati saya.

Saya selalu merasa kesepian di tengah keramaian orang disini. Masih hanya teman di Kaltim tempat saya berbagi dan hanya melalui Handphone. Hingga akhirnya perlahan mereka juga menghilang dan tak lagi melakukan obrolan dengan saya,yang membuat saya semakin sepi. Disaat saya seperti itu, banyak ajakan tidak baik datang ke saya,Alhamdulillah, iman masih ada didada saya, dan saya sepenuhnya bisa menjaga diri dari hal-hal yang buruk walau dalam keadaan sepayah apapun.

Hingga saya mengikuti sebuah kajian dan tarbiyah, dimana saya bisa kembali menyadari kita hidup hanya sementara, hidup kita sepenuhnya di tanganNya, kita harus berpasrah padaNya apapun yang terjadi, jangan berputus asa dan terpaku dengan masa lalu. Allah memang selalu menguji kita, tapi Dia menguji kita, karena Dia tau bahwa kita mampu melewati ujianNya. Walaupun sulit, tetap ingat bersama kesulitan akan selalu ada kemudahan, karena Allah akan memberikan yang terbaik di balik ujianNya itu.

Setelah saya tersadar, kini saya mencoba kembali menjadi diri saya yang dulu. Anak yang ceria, loyal, aktif, berprestasi dan suka mencari hal positif dan bermanfaat. Saya mulai membuka diri saya, terhadap teman di sekolah, ataupun orang yang saya temui, saya semakin aktif memperluas pertemanan saya. Bukan hanya di sekolah, saya juga berteman dengan berbagai teman baik diberbagai tempat, saya juga mencoba mengikuti berbagai komunitas dan mulai menggali kembali potensi saya.

Alhamdulillah walau belum bisa kembali berprestasi, saya bisa mendapat banyak manfaat dan ilmu dari berbagai orang yang saya temui, saya juga tetab bisa mendapatkan teman-teman yang menyayangi saya disini. Dan saya menyadari, justru saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik disini. Tapi, itu semua tergantung bagaimana saya mengambil langkah dan memilih apa yang datang pada saya.

Saya mulai memegang prinsip "Kemarin, biarlah berlalu. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, tetap berusaha dan pasrahkan semuanya pada Allah."

Allah perlahan-lahan memperlihatkan janjiNya, bahwa Dia tau yang terbaik untuk kita. Dia perlahan - lahan mengeluarkan saya dari kesulitan - kesulitan saya.

 Saya harus bersyukur atas apapun yang ditakdirkan Allah, disini justru saya berada diantara keluarga besar saya, dan disini saya bisa belajar lebih banyak hal.

Kini, Bersamaan dengan hari kelahiran saya, saya telah  resmi lulus dari SMA.
Saya hanya berharap , Allah mengampuni dosa-dosa saya, memperkuat iman saya, menjadikan saya pribadi yang lebih baik, dan membimbing langkah saya. Dan apapun itu saya hanya berharap yang terbaik dariNya untuk masa depan saya, terutama setelah saya SMA ini. Aamiin.
Allah tahu yang terbaik untuk kita
Tuhan tau yang terbaik untuk kita, yang terpenting terus tawakkal dan pasrahkan semua padaNya. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur, maka Allah akan memberikan yang terbaik.

-Raya Putra- 

8 komentar:

  1. wih, keren kontennya menarik deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba, nnti sy rajin rajin deh main ke blognya😊

      Hapus
  2. Setuju, yang penting itu terus tawakal, selalu bersyukur apalagi, karena dengan bersyukur kita akan merasa cukup dengan apa yang sudah kita dapatkan. Sukses selalu, Mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.TerimaKasih salam kenal, terimakasih udh berkunjung, sy blogger baru, harap bimbingannya y mas :)

      Hapus
  3. Saya juga percaya kalau Tuhan pasti punya rencana terbaik bagi kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Alhamdulillah yg penting selalu bersyukur ya bu🙏😊 terimakasih sudah mampir

      Hapus
  4. Waktu terus berlalu. Semua pengalaman akan memperkaya batin Raya. Nanti akan bertemu teman2 baru lagi yg menjadi sahabat2 baru. Tetaplah pada keyakinan pada Allah seperti di tulisan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin bu, doakan semoga sy bisa istiqamah🙏

      Hapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html