Jalan - Jalan ke Pedalaman Mallawa Sulawesi Selatan

Assalamualaikum wr wb.

Halooo, Semua!!
Akhirnya saya ada kesempatan untuk menulis sedikit pengalaman saya di blog ini, setelah udah cukup lama gak ada post baru.😓

Liburan itu memang bikin mager, bahkan buat nulis di blog pun jadi malas, apalagi kalau liburannya keluar kota. ditambah dibarengi moment Idul Fitri, yang tentu aja gak pengen kita lewati begitu aja tanpa bersilaturahmi atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Oh ya, ditulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya ke daerah pedalaman Kecamatan Mallawa (maros) Sulawesi Selatan beberapa minggu yang lalu.

Hamparan sawah di Mallawa (source : pinterest)

Liburan ke Mallawa itu asyik banget guys! lo udah dapetin kesannya sejak masih diperjalanan, sampai lo balik!.

Dari kota Makassar, Perjalanan kesana itu memakan waktu sekitar 3 jam. Saya sendiri berangkat dari jalan pongtiku, salah satu jalan yang ada di daerah pusat kota Makassar. saat itu kami Start jam 8 pagi, Biasanya kalau keluar kota, kami memilih melalui jalan tol.

Namun berbeda saat itu kami lebih memilih melalui jalan utama (Perintis Kemerdekaan) karena moment lebaran membuat kota sebesar Makassar sunyi, tidak ada kepadatan dijalanan, bahkan sangat jarang terlihat orang-orang yang berjalan kaki berlalu lalang di pinggir jalan. Separuh warga kota sepertinya sudah mudik meninggalkan kota ini. So, bukan pelebaran jalan ataupun jalan tol yang dibutuhkan sebuah kota besar untuk mengurai kemacetan, yang dibutuhkan adalah hari lebaran! Hehehe 😁

Sunyinya Jalanan di Makassar saat lebaran
Pagi itu, mobil kami melaju cukup kencang tanpa hambatan, seperti sedang melaju dijalan tol😅 Biasanya dari pusat kota, untuk keluar dari kota Makassar memakan waktu 1 jam perjalanan, bahkan bisa jauh lebih lama jika ada hambatan dan kemacetan. Namun pagi itu kami cukup berkendara sekitar setengah jam, kami sudah berada di batas kota, dan memasuki kabupaten maros.

Namun berbanding terbalik dengan kota Makassar, jalanan di maros saat itu cukup padat, bahkan saat memasuki Turikale(Kota Maros) kami sedikit terhambat kemacetan, namun tidak begitu parah.
Sepertinya keramaian di maros saat itu karena pulangnya orang-orang yang berkampung halaman di kabupaten ini, atau mungkin sebagian dari mereka adalah orang - orang yang lewat untuk mudik kedaerah lain.

Lupakan soal trafic dijalanan, saat meninggalkan Turikale(Kota Maros), kami melewati Taman Nasional Bantimurung serta indahnya jalur Makassar-Bone yang dikelilingi pegunungan karst terluas kedua didunia, hutan lindung yang indah, jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak, perbukitan, serta hamparan persawahan dan gunug - gunung yang indah.

Elevated Road, jalan poros Makassar-Bone (source : Tribun Timur)
Ada yang baru dijalur Makassar-Bone Kali ini, yaitu elevated road yang baru saja diresmikan.
Biasanya di jalur ini kami melewati kelokan yang mirip angka 8. namun kali ini, kami akan menaiki jalanan melingkar seperti angka 6, Keren banget Guys!

Setelah melewati elevated road, kita naik di perbukitan hutan lindung Taman Nasional Bantimurung.
Kami menanjak, meliuk liuk entah berapa puluh kali, namun pemandangan dipinggir jalannya ituloh😍 KEREN! Banyak Bebatuan Karst, gua - gua, Hutan tropis yang eksotis, serta sesekali kita bisa melihat monyet liar yang bergelantungan dipinggir jalan.
Tak jarang orang yang melintas, berhenti sebentar untuk berfoto di perbukitan ini.

Perbukitan Karst yang luar biasa

Turun dari Bukit yang cukup tinggi dan meliuk, kita memasuki wilayah kecamatan camba, yang cukup datar namun memiliki hamparan persawahan, bukit, dan pegunungan yang sangat indah.
Pokoknya perjalanan ke Mallawa itu keren banget lah! Saya jamin, jika kalian belum pernah datang atau melewati jalur itu, kalian akan terpana melihat keindahan Alamnya yang luar biasa.

Memasuki Daerah Camba menuju Mallawa
Akhirnya kami memasuki wilayah kecamatan Mallawa. Kalau dari Turikale(Kota Maros), jaraknya itu sekitar 2 jam perjalanan. Setiba di Mallawa, Rupanya Mobil kami berbelok dari jalan poros, memasuki sebuah jalan yang tidak begitu lebar namun cukup baik dan sudah dicor tanpa ada lubang dijalan, ini menambah nilai tersendiri dalam perjalanan, karena jalur dari kota Makassar kesini hampir 100% MULUS!

Berbelok dari jalan poros, rupanya kami masuk sejauh sekitar 8KM dari jalan poros Makassar-Bone, kedaerah yang sangat sunyi,hingga tak ada sinyal di HP saya, Kami memasuki desa Telupanuae.
Dan eh!! Dari Jalanan Desa Telupanuae yang sebenarnya sudah cukup dalam dan jauh dari jalan poros, kami berbelok lagi masuk sekitar 2 KM kesebuah dusun yang saya lupa apa namanya😅

Sebuah Dusun di Mallawa
Dusun itu dikelilingi hutan, dan hamparan persawahan, serta gunung-gunug. Tak Ada sinyal disana! dan sangat jauh dari jalan poros, hampir semua rumah disana terdiri dari rumah adat bugis yang khas. Namun mereka sudah mendapat aliran listrik ke rumah-rumah mereka.
Dan yang uniknya, Hampir semua rumah di Dusun yang sangat dalam ini memiliki TV dan juga Parabola pribadi😆 seperti yang kita ketahui, gengsi dikalangan orang bugis itu cukup tinggi.

Disana rupanya kami memiliki keluarga jauh, sehingga rumah mereka menjadi tempat menginap kami. Disana kami disambut dengan hangat, diberi jamuan makanan yang sangat banyak dan enaknya luar biasa😋

Di dusun ini hampir semua penduduknya berbahasa bugis, untungnya banyak dari kami yang mahir menggunakan bahasa bugis. Namun tidak dengan saya😆 Alhamdulillah, mereka semua juga mampu berbahasa Indonesia dengan logat Makassar, jadi tidak ada kendala bagi saya untuk berkomunikasi.

Semalaman disana, saya sempat frustasi karena sama sekali tidak ada sinyal apapun providernya, dan susahnya lagi, tidak ada warung di sekitar dusun itu😓 . Benar-benar dusun yang sepi dan dalam.
Kalaupun mereka ingin berbelanja, mereka harus pergi jauh ke pasar yang jaraknya puluhan kilometer.
Jangankan pasar, atau bahkan warung kecil, Sekolahpun sangat jauh jaraknya, saya tidak melihat adanya sekolah disekitar dusun mereka.

Namun untungnya hampir mereka semua memiliki motor, dan banyak dari mereka yang sering berkunjung ke kota Makassar, so.. mereka semua tidaklah sepenuhnya  bergaya seperti orang pedalaman pada umumnya😅 Lagipula, mereka semua punya TV, ditambah momen lebaran yang membuat mereka menyediakan kue yang begitu banyak. yang bisa ngisi rasa bosan saya tanpa handphone😅

Semua penduduk Dusun itu, sangatlah ramah dan bersahabat, mereka murah senyum dan wajah mereka semua sangat teduh dipandang.😊

Permandian di Mallawa
Sedikit info nih guys, Ada banyak spot liburan buat kalian yang pengen ke Mallawa. Selain dusun dengan orang-orang yang ramah, Hamparan persawahan dan kebun milik mereka sangatlah keren, sangat rapih layaknya kebun diluar negeri. Selain itu hamparan gunung, serta air terjun dan permandian air panas di Mallawa menjadi destinasi yang sangat menyenangkan.😉

Disana hawanya sangat sejuk, udara segar, dan disana juga menyajikan pemandangan matahari terbit yang luar biasa.
Perkebunan di Mallawa yang diterpa sinar matahari terbit😁
Rugi banget, kalau kalian ke Makassar, tapi tidak mencoba main ke Kecamatan di Kabupaten Maros ini.

Ketika kami meninggalkan dusun itu, kami kembali mendapat salam yang begitu hangat, Pokoknya kalau udah kesana, selalu ada perasaan ingin kembali kesana. Semuanya sangat berkesan sejak masih diperjalanan berangkat hingga saat meninggalkan tempat itu, semuanya sangat menyenangkan.

View sunset saat saya meninggalkan Mallawa
Yuk Ke Maros! Masih banyak lagi loh destinasi wisata di kabupaten ini yang luar biasa indah yang tidak dimiliki tempat lain.


-Raya Putra-

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html