Jalan - Jalan ke Pedalaman Mallawa Sulawesi Selatan

Assalamualaikum wr wb.

Halooo, Semua!!
Akhirnya saya ada kesempatan untuk menulis sedikit pengalaman saya di blog ini, setelah udah cukup lama gak ada post baru.😓

Liburan itu memang bikin mager, bahkan buat nulis di blog pun jadi malas, apalagi kalau liburannya keluar kota. ditambah dibarengi moment Idul Fitri, yang tentu aja gak pengen kita lewati begitu aja tanpa bersilaturahmi atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Oh ya, ditulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya ke daerah pedalaman Kecamatan Mallawa (maros) Sulawesi Selatan beberapa minggu yang lalu.

Hamparan sawah di Mallawa (source : pinterest)

Liburan ke Mallawa itu asyik banget guys! lo udah dapetin kesannya sejak masih diperjalanan, sampai lo balik!.

Dari kota Makassar, Perjalanan kesana itu memakan waktu sekitar 3 jam. Saya sendiri berangkat dari jalan pongtiku, salah satu jalan yang ada di daerah pusat kota Makassar. saat itu kami Start jam 8 pagi, Biasanya kalau keluar kota, kami memilih melalui jalan tol.

Namun berbeda saat itu kami lebih memilih melalui jalan utama (Perintis Kemerdekaan) karena moment lebaran membuat kota sebesar Makassar sunyi, tidak ada kepadatan dijalanan, bahkan sangat jarang terlihat orang-orang yang berjalan kaki berlalu lalang di pinggir jalan. Separuh warga kota sepertinya sudah mudik meninggalkan kota ini. So, bukan pelebaran jalan ataupun jalan tol yang dibutuhkan sebuah kota besar untuk mengurai kemacetan, yang dibutuhkan adalah hari lebaran! Hehehe 😁

Sunyinya Jalanan di Makassar saat lebaran
Pagi itu, mobil kami melaju cukup kencang tanpa hambatan, seperti sedang melaju dijalan tol😅 Biasanya dari pusat kota, untuk keluar dari kota Makassar memakan waktu 1 jam perjalanan, bahkan bisa jauh lebih lama jika ada hambatan dan kemacetan. Namun pagi itu kami cukup berkendara sekitar setengah jam, kami sudah berada di batas kota, dan memasuki kabupaten maros.

Namun berbanding terbalik dengan kota Makassar, jalanan di maros saat itu cukup padat, bahkan saat memasuki Turikale(Kota Maros) kami sedikit terhambat kemacetan, namun tidak begitu parah.
Sepertinya keramaian di maros saat itu karena pulangnya orang-orang yang berkampung halaman di kabupaten ini, atau mungkin sebagian dari mereka adalah orang - orang yang lewat untuk mudik kedaerah lain.

Lupakan soal trafic dijalanan, saat meninggalkan Turikale(Kota Maros), kami melewati Taman Nasional Bantimurung serta indahnya jalur Makassar-Bone yang dikelilingi pegunungan karst terluas kedua didunia, hutan lindung yang indah, jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak, perbukitan, serta hamparan persawahan dan gunug - gunung yang indah.

Elevated Road, jalan poros Makassar-Bone (source : Tribun Timur)
Ada yang baru dijalur Makassar-Bone Kali ini, yaitu elevated road yang baru saja diresmikan.
Biasanya di jalur ini kami melewati kelokan yang mirip angka 8. namun kali ini, kami akan menaiki jalanan melingkar seperti angka 6, Keren banget Guys!

Setelah melewati elevated road, kita naik di perbukitan hutan lindung Taman Nasional Bantimurung.
Kami menanjak, meliuk liuk entah berapa puluh kali, namun pemandangan dipinggir jalannya ituloh😍 KEREN! Banyak Bebatuan Karst, gua - gua, Hutan tropis yang eksotis, serta sesekali kita bisa melihat monyet liar yang bergelantungan dipinggir jalan.
Tak jarang orang yang melintas, berhenti sebentar untuk berfoto di perbukitan ini.

Perbukitan Karst yang luar biasa

Turun dari Bukit yang cukup tinggi dan meliuk, kita memasuki wilayah kecamatan camba, yang cukup datar namun memiliki hamparan persawahan, bukit, dan pegunungan yang sangat indah.
Pokoknya perjalanan ke Mallawa itu keren banget lah! Saya jamin, jika kalian belum pernah datang atau melewati jalur itu, kalian akan terpana melihat keindahan Alamnya yang luar biasa.

Memasuki Daerah Camba menuju Mallawa
Akhirnya kami memasuki wilayah kecamatan Mallawa. Kalau dari Turikale(Kota Maros), jaraknya itu sekitar 2 jam perjalanan. Setiba di Mallawa, Rupanya Mobil kami berbelok dari jalan poros, memasuki sebuah jalan yang tidak begitu lebar namun cukup baik dan sudah dicor tanpa ada lubang dijalan, ini menambah nilai tersendiri dalam perjalanan, karena jalur dari kota Makassar kesini hampir 100% MULUS!

Berbelok dari jalan poros, rupanya kami masuk sejauh sekitar 8KM dari jalan poros Makassar-Bone, kedaerah yang sangat sunyi,hingga tak ada sinyal di HP saya, Kami memasuki desa Telupanuae.
Dan eh!! Dari Jalanan Desa Telupanuae yang sebenarnya sudah cukup dalam dan jauh dari jalan poros, kami berbelok lagi masuk sekitar 2 KM kesebuah dusun yang saya lupa apa namanya😅

Sebuah Dusun di Mallawa
Dusun itu dikelilingi hutan, dan hamparan persawahan, serta gunung-gunug. Tak Ada sinyal disana! dan sangat jauh dari jalan poros, hampir semua rumah disana terdiri dari rumah adat bugis yang khas. Namun mereka sudah mendapat aliran listrik ke rumah-rumah mereka.
Dan yang uniknya, Hampir semua rumah di Dusun yang sangat dalam ini memiliki TV dan juga Parabola pribadi😆 seperti yang kita ketahui, gengsi dikalangan orang bugis itu cukup tinggi.

Disana rupanya kami memiliki keluarga jauh, sehingga rumah mereka menjadi tempat menginap kami. Disana kami disambut dengan hangat, diberi jamuan makanan yang sangat banyak dan enaknya luar biasa😋

Di dusun ini hampir semua penduduknya berbahasa bugis, untungnya banyak dari kami yang mahir menggunakan bahasa bugis. Namun tidak dengan saya😆 Alhamdulillah, mereka semua juga mampu berbahasa Indonesia dengan logat Makassar, jadi tidak ada kendala bagi saya untuk berkomunikasi.

Semalaman disana, saya sempat frustasi karena sama sekali tidak ada sinyal apapun providernya, dan susahnya lagi, tidak ada warung di sekitar dusun itu😓 . Benar-benar dusun yang sepi dan dalam.
Kalaupun mereka ingin berbelanja, mereka harus pergi jauh ke pasar yang jaraknya puluhan kilometer.
Jangankan pasar, atau bahkan warung kecil, Sekolahpun sangat jauh jaraknya, saya tidak melihat adanya sekolah disekitar dusun mereka.

Namun untungnya hampir mereka semua memiliki motor, dan banyak dari mereka yang sering berkunjung ke kota Makassar, so.. mereka semua tidaklah sepenuhnya  bergaya seperti orang pedalaman pada umumnya😅 Lagipula, mereka semua punya TV, ditambah momen lebaran yang membuat mereka menyediakan kue yang begitu banyak. yang bisa ngisi rasa bosan saya tanpa handphone😅

Semua penduduk Dusun itu, sangatlah ramah dan bersahabat, mereka murah senyum dan wajah mereka semua sangat teduh dipandang.😊

Permandian di Mallawa
Sedikit info nih guys, Ada banyak spot liburan buat kalian yang pengen ke Mallawa. Selain dusun dengan orang-orang yang ramah, Hamparan persawahan dan kebun milik mereka sangatlah keren, sangat rapih layaknya kebun diluar negeri. Selain itu hamparan gunung, serta air terjun dan permandian air panas di Mallawa menjadi destinasi yang sangat menyenangkan.😉

Disana hawanya sangat sejuk, udara segar, dan disana juga menyajikan pemandangan matahari terbit yang luar biasa.
Perkebunan di Mallawa yang diterpa sinar matahari terbit😁
Rugi banget, kalau kalian ke Makassar, tapi tidak mencoba main ke Kecamatan di Kabupaten Maros ini.

Ketika kami meninggalkan dusun itu, kami kembali mendapat salam yang begitu hangat, Pokoknya kalau udah kesana, selalu ada perasaan ingin kembali kesana. Semuanya sangat berkesan sejak masih diperjalanan berangkat hingga saat meninggalkan tempat itu, semuanya sangat menyenangkan.

View sunset saat saya meninggalkan Mallawa
Yuk Ke Maros! Masih banyak lagi loh destinasi wisata di kabupaten ini yang luar biasa indah yang tidak dimiliki tempat lain.


-Raya Putra-

Ada Apa Sih di Museum Macan?

Assalamualaikum Wr. Wb.


Tanggal 8 Desember 2018 lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Macan di Jakarta bersama rombongan Deklarasi Netizen MPR RI.

Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk saya, sebab Museum Macan merupakan museum terkeren yang pernah saya kunjungi. Dan melalui Rombongan deklarasi Netizen MPR RI, saya dan peserta lainnya mendapatkan tour khusus di dalam museum ini. 


Musem Macan Berlokasi di Kebon Jeruk, tepatnya AKR Tower Jakarta lantai M dan 6.

Lalu apa itu Museum Macan?
Museum Macan adalah Museum pertama di Indonesia yang menampilkan seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan Internasional. Museum Macan Sendiri merupakan singkatan dari Museum Modern Art and Contemporary Art in Nusantara. Di Museum ini ada banyak sekali koleksi seni yang kece yang memiliki makna tersirat dari berbagai seniman dalam periode waktu yang sudah ditentukan. Maksudnya, museum ini akan menampilkan tema yang berbeda dari seniman yang berbeda beda disetiap periode waktu tertentu.

Kalau beberapa bulan lalu karya Yayoi Kusuma dengan tema "Life Is The Heart Of Rainbow" ditampilkan pada museum ini. Maka saat saya datang pada 8 Desember lalu karya Yayoi Kusuma sudah tidak ditampilkan lagi dan digantikan dengan karya dari 3 Seniman yang berbeda. Seniman Tersebut diantaranya ;

  1. Arahmaiani dengan tajuk "The Past Has Not Passed"
  2. Lee Mingwei dengan tajuk "Seven Stories"
  3. On Kawara dengan tajuk "One Million Years (reading)"
Karya dari ke-3 seniman itu akan ditampilkan sejak 17 Nov 2018 hingga 10 Maret 2019. So, setelah periode itu akan ada kejutan dari seniman lainnya di Museum Macan.

Untuk harga tiket masuk museum macan sendiri itu bergantung event yang sedang diadakan, soalnya museum macan terkadang tidak hanya sekedar untuk menampilkan karya seni yang ada. Tetapi terkadang ada event atau tour dan penampilan kolosal yang ditawarkan pada museum ini. 

Tetapi pada saat saya masuk tiket yang ditawarkan untuk dewasa itu seharga Rp90.000, Sepertinya ini merupakan tarif normal pada museum macan.

Peraturan di dalam Museum
Oh iya, Sebelum masuk ke Area Pameran,  Petugas Menjelaskan ke semua pengunjung baik rombongan ataupun umum tentang adanya peraturan yang harus kita taati loh, diantaranya ;
  1. Jangan menyentuh karya seni.
  2. Berbicaralah dengan lembut dan atur ponsel Anda ke mode senyap.
  3. Berjalanlah dengan tenang.
  4. Dilarang berlari di dalam Museum.
  5. Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam museum.
  6. Barang dengan ukuran diatas 24 x 24 x 15 cm harus disimpan di penitipan barang.
  7. Dilarang membawa segala jenis kamera termasuk DSLR, SLR, polaroid ataupun pocket dan dilarang menggunakan lampu flash.
  8. Hanya boleh memotret dengan ponsel.
  9. Krayon, spidol, arang, cat air, cat minyak dan benda tajam tidak diperbolehkan di area pameran.
  10. Dilarang membawa tripod, monopod ataupun tongsis.
  11. Dilarang bersandar pada dinding museum.
Kedengarannya ribet ya? udah dilarang ribut, dilarang bawa kamera, bahkan dilarang bawa tongsis.

Lalu, Untuk apa sih semua aturan-aturan itu?.
Peraturan-peraturan itu dibuat untuk mengantisipasi dan menjaga karya seni yang ada. Misalnya saja, Mengapa  ada larangan menggunakan tongsis?, tongsis dilarang sebab terkadang jika Orang berfoto dengan tongsis mereka terkesan melupakan apa saja yang ada di sekelilingnya dan itu berbahaya untuk koleksi yang ada.

Oke, Next ada apa aja sih didalam Museum itu?
Saya akan uraikan satu per satu karya tiap senimannya aja yah.

Yang pertama ada karya dari  seniman Indonesia yang cukup dikenal di kancah Global, Arahmaiani dengan tajuk "The Past Has Not Passed" atau "Masa lalu belumlah berlalu". 

Tajuk ini merupakan pameran survei Arrahmaiani yang menampilkan karya yang dibuatnya dari tahun 1980an hingga kini.

Flag Project ( Photo by Suryani Palamui )
Karya pertama ketika saya masuk ke area pameran, saya disambut dengan Flag Project yang terdiri dari bendera dan tergantung di atas jalan masuk Ruang pameran. 

Flag Project ini sendiri adalah proyek berbasis komunitas yang pada awalnya dikembangkan oleh Arrahmaiani bersama dengan pesantren Amumarta setelah gempa besar di Yogyakarta pada tahun 2006 silam, dan kemudian diperluas ke berbagai komunitas lain dari berbagai belahan dunia dengan berbagai latar belakang, budaya, bahasa dan konteks sosial. Kolaborasi dengan berbagai komunitas ini dibuat untuk memanifestasikan keprihatinan pikiran dan harapan dalam bentuk teks yang dijahit ke sebuah bendera. Kata-katanya pun cukup unik di antaranya ada kata "kultur" dalam tulisan Arab. Kemudian ada juga kata "ojo dumeh", "Justice", "love ", "mabuhay" dan banyak lagi.

Nations For Sale
Karya berikutnya ada Nations for sale karya ini sih cukup instagramable karena dihiasi dengan instalasi yang cukup menarik, terdapat banyak kotak yang disusun dan berisi berbagai benda di antaranya pasir, air, kapsul, mainan perang-perangan, cermin dan lain-lain, lalu di tembok juga bertuliskan "for sale halal". Cukup menarik yah.

Instalasi Nation for sale ini dibuat pada tahun 1996. Yang merupakan perwujudan pandangan Arahmaiani mengenai situasi sosial budaya Indonesia pada masa itu . Karya ini menyinggung tentang industri kebudayaan Indonesia yang didukung oleh investasi modal yang besar dengan menghalalkan segala cara. Hmmm... Menarik sekali yah.

A Piece Land For Sale
Beranjak dari Nations for sale, di sebelah nya ada A piece of Land for Sale. Instalasi ini cukup unik karena terdiri dari tanah yang tertempel di dinding dan ditumbuhi oleh padi, lalu di sudutnya terdapat tabung oksigen dan selang infus yang seakan-akan mengalirkan isinya ke tanah tersebut. Maksud dari karya ini sendiri cukup menarik, sebab merupakan kritisan dari komodikasi lahan besar-besaran yang merusak lingkungan.

Sejarah Performans Arahmaiani
Selanjutnya terdapat meja dengan beberapa LCD dan headphone. Meja ini menayangkan sejarah performans dari Arahmaiani, sebab aktivisme dan performans adalah fondasi dari praktik kesenian Arahmaiani. Meja ini menampilkan dokumentasi foto dan video ,tulisan dan buku catatan seniman serta kritik dan liputan untuk menggambarkan konteks sosial dan budaya yang terjadi ketika karya performance tersebut ditampilkan.

Waktu pertama kali nonton tayangannya sih, saya merasa cukup creepy dan ambigu😅. Tapi membaca keterangan yang ada, akhirnya saya dapat memahami maksud dari video-video itu.

I Love You (photo prestigeonline.com)
Berikutnya di sudut tembok terdapat bantal warna-warni yang besar menggantung dengan bertuliskan "I love you" dalam tulisan Arab yang merupakan karya arahmaiani untuk mempromosikan citra Islam yang damai ke dunia setelah serangan 9/11 dulu. (Saya dan teman saya lupa mengambil dokumentasi pribadi karya ini)

Salah satu sudut ruang pameran
Di berbagai dinding pula, terdapat banyak lukisan dan tulisan puitis yang sarat makna.

Burning Country (Photo by Suryani Palamui)
Selain beberapa instalasi karya Arahmaiani yang saya jelaskan diatas, masih cukup banyak lagi karya lainnya yang menjadi kritisan pikiran dari Arahmaiani diantaranya "Burning Country" Yang menjadi kritisan terhadap pembantaian etnis besar-besaran di Indonesia pada 1997 silam. Lalu ada pula "Wedding Party" yang merupakan gaun pernikahan dari berbagai bendera partai, "Breaking Words" Yang merupakan video abstrak, "Memory of Nature", "Grey Paintings" , dan "11 June 2002".

(Photo by Suryani Palamui)
Semua karya-karya tersebut sangat menakjubkan, yang menjadi cerminan sang seniman Indonesia terhadap perubahan kesadaran global dan telah membuat nama Indonesia harum di kacah seni Internasional.

Salah satu sudut dinding dengan kidung Arahmaiani
Museum ini benar - benar menakjubkan. Bahkan dindingnya pun sangat bersih dan unik, Itu sebabnya kita dilarang menyentuh ataupun bersandar di dinding.

Selain Karya-karya Arahmaiani ada juga nih karya dari seniman Internasional " Lee Mingwei " di bagian yang berbeda.

Salah Satu Karya Lee Mingwei
Karya dari Lee Mingwei tidak kalah unik dan menarik loh dari karya Arahmaiani. Apa aja sih?

Tunggu, post selanjutnya yah😊😊....(Bersambung)

- Raya Putra -




Kado Istimewa Undangan dari MPR RI

Assalamualaikum Wr. Wb.

Melanjutkan Tulisan Sebelumnya,
Undangan dari MPR RI kepada Komunitas Blogger Anging Mammiri menjadi kado yang indah untuk saya di hari Ulang Tahun Komunitas Anging Mammiri pada 2 Desember lalu.

Delegasi Makassar
Seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya. Pada tanggal 7 hingga 9 Desember lalu, saya bersama 3 orang lainnya (Kak Fahril, Kak Suryani, Kak Evhy) diajak untuk menghadiri deklarasi Netizen MPR RI di Jakarta mewakili Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar. Saya cukup mempersiapkan diri saja sebab semua ongkos Pesawat, Hotel, Tour dll. Full Funded 😊. So, Tentu saya sangat Excited dan Berterimakasih pada Kak Nunu dan Kakak Anging Mammiri lainnya yang sudah memberikan kesempatan luar biasa ini.

Day 1


Dengan rasa penuh syukur dan semangat, saya mempersiapkan keberangkatan saya. Pada Jum'at pagi tanggal 7 lalu, Saking semangatnya di hari keberangkatan. Saya sampai datang ke Bandara pukul 7 Pagi. Padahal boarding time saya masih pukul 9.50 .

Datang Hampir 3 Jam before flight, saya akhirnya harus menunggu 3 orang lainnya di bandara sebelum check in. Semangat tinggi membuat saya datang kepagian, padahal rumah saya hanya berjarak 5 menit dari Bandara🤣. Setelah semua delegasi Makassar datang ke Bandara, Akhirnya Kami Flight menuju Jakarta.

Tahukah kamu, keistimewaan Pertama yang kami dapatkan dari acara ini adalah, kami diberikan tiket dengan pesawat full service. Dan kami boleh merequest jam dan hari tiket pulang kami nanti ☺(Namun tidak untuk penginapan).

The Sultan Hotel Jakarta
Oke, next! Sesampainya kami di Jakarta. Kami langsung menuju hotel yang telah disiapkan untuk kami. Rasa syukur kembali muncul, sebab Hotel yang akan kami inapi untuk 3 hari 2 Malam kedepan adalah The Sultan Hotel yang notabenenya adalah Hotel Bintang 5 dan terletak Tepat di Samping Gelora Bung Karno Senayan dan Bundaran Semanggi dengan view "Hutan Gedung" Yang membuat saya takjub sebagaimana seorang pengamat skycrapper😁.

Setelah sampai, saya dengan 3 delegasi Makassar Lainnya menyempatkan untuk berjalan - jalan sebentar untuk makan di FX Plaza Sudirman, setelah itu saya dan kak fahril juga lanjut menikmati fasilitas Kolam Renang yang ada di Hotel ini.

Pada Malamnya, kami memasuki agenda dinner untuk Meet dengan semua 44 orang delegasi dari 11 kota di Indonesia. Dalam dinner ini kami saling berkenalan, saya mendapat banyak sekali teman baru. Oh iya saya juga mendapat teman sekamar dari Bali bernama kak Eko (Jadi ada kenalan deh kalau nanti ke Bali).😁 After dinner dan berkenalan, kami semua melakukan perundingan untuk menemukan Poin -Poin yang akan kita deklarasikan dengan dasar 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, Dan Bhinneka Tunggal Ika). Setelah Berunding hingga malam, kami akhirnya menyimpulkan 4 poin deklarasi yang akan diserahkan dan dibacakan di gedung MPR RI pada keesokan Hari.

Setelah Mengikuti Diskusi Di Hari Pertama
Deklarasi Netizen ini sendiri merupakan Acara Tahunan yang sebelumnya diadakan di 11 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Bali, Makassar Manado, Lampung, Palembang dan Medan) Guna Mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI kepada pengguna Internet di Indonesia. Yang selanjutnya, Ke-11 kota tersebut di Undang ke acara inti untuk mendeklarasikannya di Gedung MPR RI.

Day 2


Di Hari ke-2, Kami semua kembali Sarapan bersama. Masih Pukul 6 pagi, ruang makan sudah dipenuhi semua teman-teman deklarasi MPR dan juga beberapa tamu hotel lainnya, hangatnya senda gurau dengan teman-teman baru kembali kami rasakan diatas meja makan ini.

Pukul 8, kami mengakhiri breakfast kami dan bergegas siap-siap untuk langsung berangkat ke Gedung MPR/DPR RI di Senayan yang jaraknya hanya kurang lebih 2 Kilometer dari Hotel kami dengan bis.

Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Khususnya saya yang seorang mahasiswa jurusan Pemerintahan, yang tentu sangat mendambakan suatu saat bisa berkantor disini (Aamiin)😊. Mendapat kesempatan untuk menghadiri undangan dari MPR RI dengan teman-teman berbagai kota di Indonesia tentu menambah rasa syukur saya.

Saya menandatangani hasil Deklarasi
Didalam Ruang Delegasi, kami berkumpul, Mendeklarasikan dan Menandatangani hasil Deklarasi Kami dengan diliput oleh berbagai media. Namun sayang sekali, Bapak Ma'ruf Cahyono selaku Sesjen MPR RI tidak dapat hadir pada hari itu. Sehingga kami harus kembali besok untuk menyerahkan hasil Deklarasi kami.

Setelah Berdeklarasi, kami diizinkan untuk mengeksplorasi kawasan Gedung MPR/DPR RI ini dan tentu saja kami menyempatkan berfoto ria dalam kesempatan yang mungkin akan sulit terulang lagi ini.

Foto Bersama di Ruang Delegasi 


Next, kami dibawa menuju Museum Kece dan instagramable "Museum MACAN" Yang merupakan singkatan dari "Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara". Museum ini merupakan museum pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional.


Foto Bersama Netizen MPR RI di Museum Macan
Ada Banyak Sekali Koleksi Seni Kontemporer yang memiliki Makna-makna Tersirat pada Museum ini,dan kali itu karya dari seniman 'Arrahmaiani' Dengan Tajuk "The Past Hast Not Passed"  Dan Karya 'Lee Mingwei' dengan Tajuk "Seven Stories" Yang di tampilkan di museum tersebut. Karyanya Beragam, mulai dari abstrak, lukisan, seni instalasi, hingga seni perform ditampilkan pada saat itu.



Berpaling dari Museum Macan, Kami Lanjut menuju Kawasan Wisata Kota Tua. Disini kami hanya sebentar, untuk sekedar mengeksplore dan Mengambil Gambar😊 Namun saya dan Kakak-Kakak Delegasi Makassar menyempatkan untuk masuk sebentar di Museum Wayang.


Kota Tua Jakarta
Beranjak Dari Wisata Kota Tua, Akhirnya kami menuju ke destinasi terakhir di Jimbaran Resto Ancol, untuk dinner bersama. Sebelum Matahari senja, Kami telah tiba di restoran tepi pantai dengan nuansa bali ini. Menikmati angin saat mulai senja, sembari bercengkrama dan makan bersama dengan teman dari berbagai kota di Indonesia menjadi moment yang tak akan terlupakan dari kesempatan yang sangat istimewa ini.

Jimbaran Resto Ancol
Kala itu, koordinator yang sangat berjasa membawa kami semua berkumpul seperti itu sedang berulang tahun. Di iringi dengan musik khas bali dan penari yang mengantarkan kue untuk ulang tahun koordinator kami membuat suasana semakin meriah saat itu, beberapa teman menyempatkan menyumbangkan lagu di tempat live musik yang ada.


Penari mengantarkan kue ulang tahun
Malam mulai larut, pukul 21.30 kami meninggalkan resto dengan nuansa bali itu untuk kembali untuk beristirahat di hotel kami.


Day 3


Di hari ke-3 ini saya sudah merencanakan untuk melakukan Car Free Day sebentar di Kawasan Sudirman dan simpang semanggi. Namun apa daya, Saya Terlambat bangun😖 Sarapanpun tidak sempat, ditambah lagi perubahan schedule mendadak yang membuat rencana CFD bersama harus berubah dengan kembali ke gedung MPR  RI untuk menyerahkan hasil deklarasi kemarin kepada Sesjen MPR RI bapak Ma'ruf Cahyono.


Delegasi Makassar Bersama Bapak Ma'ruf Cahyono
Mandi dan Bersiap siap dengan tergesa-gesa, saya dan Kak Eko(Teman sekamar saya) berlari keluar hotel menuju ke Bus Yang sudah siap berangkat. Sesampai di Gedung MPR RI, Bapak Ma'ruf Cahyono tidak lama kemudian juga telah tiba. Kami langsung melakukan prosesi pembacaan dan penyerahan piagam Deklarasi yang sudah ditanda tangani oleh kami dan telah terbingkai kepada Bapak Sesjen MPR RI, Bapak Ma'ruf Cahyono.

Foto Bersama Semua Delegasi dengan Sesjen MPR RI
Kegiatan itu juga sekaligus menjadi penutup dari perjumpaan kami semua, kamipun kembali ke hotel dan kamar masing - masing untuk melakukan Check Out. Saya kemudian dijemput oleh tante saya yang tinggal di Jakarta sebab saya ingin extend sebentar di Jakarta.

Acara telah Usai dan berlalu, walau 3 hari. Namun saya mendapatkan sangat banyak pengalaman, teman dan cerita yang luar biasa. Apa yang saya tuliskan disini bahkan bukan menjadi bagian inti dari cerita saya, Ini hanyalah penggalan kegiatan yang kami jalankan bersama selama 3 hari itu. 

Sebelum meninggalkan hotel, saya dan delegasi lainnya saling berpamitan dan berterima kasih untuk kebersamaan yang singkat ini, dengan penuh harapan kami bisa berjumpa satu sama lainnya di lain waktu.

Hasil Deklarasi kami mungkin akan terpajang di gedung MPR RI tersebut. Dan hal itu akan menjadi kebangaan bagi kami, apabila kami bisa kembali masuk di gedung yang sangat Istimewa itu.

Lalu, Apa sih isi dari Deklarasi Kami??

Berikut bunyinya ;

Kami Netizen Indonesia Berjanji Untuk :
  1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA
  2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila
  3. Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam literasi digital
  4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif
Jakarta 8 Desember 2018  
Warganet (Netizen) Indonesia


- Raya Putra -



Cita - Cita Saya Jadi Seorang Blogger?

Assalamualaikum Wr. Wb.



Saya ingin bercerita sedikit tentang bagaimana saya menemukan dan bergabung dengan Komunitas Anging Mammiri Makassar.

Saya sendiri baru setahun belakangan ini mulai nge-Blogging di situs Blogger, karena sebelumnya saya hanyalah seseorang yang hobby membaca artikel di Internet.

Kalau Blogging?
Sebenarnya, saya sudah pernah di zaman saya SMP dulu melalu situs Blog Ponsel sebut saja MWB. Dan saat itu, saya nulis blognya seadanya aja lalu kemudian saya tinggalkan begitu saja situs itu.

Selain itu, saya juga sempat aktif nge-forum di situs Kaskus dan Local Guides Connect.

Lalu, mengapa pengen Blogging lagi?

Itu karena saya sempat merasa bahwa banyak ide didalam diri saya yang ingin saya salurkan, walau kenyataannya sampai sekarang Blog saya tidak begitu aktif sebab setahun belakangan ini saya menjalani ujian nasional SMA dan segala proses masuk perkuliahan. Tapi Setidaknya, saya ingin mencoba jangan hanya jadi pembaca saja, Saya juga harus bisa memberikan bacaan yang bermanfaat bagi orang - orang yang memiliki hobby seperti saya.

Sejak lama, saya sudah berharap memiliki sebuah situs blog yang aktif. Namun hal itu terus saja menjadi sebuah wacana.

Kemudian, melalui salah satu komunitas saya yang bernama "Local Guides Makassar", Saya bertemu dengan kakak - kakak Blogger hebat yang ada di kota Makassar.

Bersama Ibu Mugniar, Salah satu inspirator Blog saya
Dan yang paling pertama yang saya kenali adalah Ibu Mugniar dengan blognya www.mugniar.com .Beliau adalah seorang Blogger dan Ibu Rumah Tangga yang sangat hebat di mata saya. Beliau sangat kritis dan bijak dalam menanggapi dan menilai sesuatu. Kemudian saya juga bertemu Blogger-blogger hebat lainnya di komunitas itu, seperti Kak Abby, Kak Heru, Kak Mukhsin, Kak Sam, kak Nanie dll.

Mereka semua adalah Blogger yang sangat kreatif dan menginspirasi. Melalui itu semua, akhirnya semangat saya untuk mulai Blogging kembali timbul.

Saya kemudian memulai Blog saya dan meminta pendapat melalui kakak-kakak blogger itu mengenai blog dan tulisan saya, dan dengan senang hati mereka semua mau mengajari saya tentang dunia Blogging. Bahkan mereka mau mengajak saya untuk bergabung di Komunitas Blogging yang menaungi mereka agar relasi saya semakin luas dan saya bisa belajar lebih banyak lagi.

Para Anggota Blogger Anging Mammiri Makassar
Melalui Grub Facebook dan Line, Saya akhirnya menjadi anggota dari Komunitas Blogger Makassar " Anging Mammiri". Disini Relasi saya semakin luas, semakin banyak kakak kakak blogger kece yang bisa saya jadikan panutan.

Bahkan bukan hanya sekedar menyalurkan hobby,niat, dan menambah relasi saja. Blogging juga membuka pintu rejeki untuk saya😍.

Bersama kakak Anging Mammiri, saya kemudian ikut dengan berbagai campaign yang cukup menghasilkan. Dan di beberapa Campaign ini lah saya pertama kalinya bertemu dan menjalin relasi dengan kakak kakak Blogger Anging Mammiri.

Saya akhirnya aktif mengikuti berbagai event yang mengundang para blogger.

Acara Ulang Tahun Blogger Anging Mammiri
Dan Kemudian di hari Ulang Tahun Komunitas Anging Mammiri Makassar yang ke 12 pada 2 Desember 2018 lalu. Untuk pertama kalinya saya mengikuti event yang diadakan oleh Anging Mammiri sendiri.

Saat sesi akhir event Ulang Tahun itu, kami bertukar kado, dan diminta untuk memilih sebuah kertas yang berisi tantangan tulisan.

Kado dan Tantangan
Saya mendapatkan tantangan untuk menuliskan ;
"Moment apa yang paling berkesan dari komunitas Blogger Anging Mammiri?"

Dan kebetulan sekali, Moment yang paling berkesan bagi saya dari Anging Mammiri justru di event Hari Ulang Tahun Komunitas Tersebut😅. Mengapa?

Sebab hari itu, pertama kalinya saya mengikuti acara yang diadakan oleh Anging Mammiri. Jadi saya bisa bertemu dan bercengkrama dengan lebih banyak lagi kakak kakak Blogger dibanding saat ada campaign. Di hari itu pula saya bisa belajar langsung tentang Blogging dari materi yang diberikan.

Dan plusnya lagi, hari itu selain mendapatkan kado dari Event Tukar Kado dengan kakak blogger lain. Saya juga mendapatkan kado istimewa berupa ajakan ke kantor MPR RI Jakarta untuk melakukan Deklarasi bersama Blogger lainnya dari seluruh Indonesia.

Delegasi Blogger Makassar di MPR RI
Seketika saat itu saya merasa shock 😅. Bagaimana bisa saya yang mungkin masih newbie, diikutkan dalam event seperti itu? Rupanya, Event itu memerlukan perwakilan 2 laki - laki dan 2 perempuan dari setiap kotanya. Dan saat itu, saya anggota laki - laki yang siap untuk dibawa kesana.

Bagaimana perasaan saya?
Luar Biasa Excited. Ini bukan soal kejakarta saja(Yang notabenenya saya sudah sangatt lamaaa tidak kesana)😅. Tetapi saya juga mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk belajar lagi dan menjalin relasi yang lebih luas lagi dengan teman dari berbagai kota di Indonesia. Plus saya bisa menapakkan kaki di Gedung MPR yang sangat private itu...😍

Segala syukur dan Terimakasih tak henti-hentinya saya panjatkan pada Allah dan juga untuk mereka yang sudah membantu dan memberikan kesempatan luar biasa ini untuk saya☺

Bertemu Blogger dari Berbagai Kota di Indonesia
Dan sesuai ekspektasi. 😊
Selama Di jakarta, semua sangat menyenangkan....

Tak henti-hentimya nikmat dan rejeki kami dapatkan. Dan walau 3 hari, saya akhirnya bisa menambah banyak sekali teman yang luar biasa selama disana, bercengkrama, belajar, bertukar sosmed, Kontak,dll.

Tahukah kamu, bagi saya memperluas relasi silaturahmi adalah pintu rejeki.

Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW.

Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)

Dan benar saja... Saya selalu mendapatkan banyak sekali rejeki dan ilmu yang bermanfaat dari orang - orang yang saya temui dan datangnya itu dari tempat yang tidak disangka - sangka😊😇.

Jadi, percayalah... Hargai setiap orang yang datang padamu. Karena kita tidak pernah tau, apa yang akan kita lalui dari mereka. Dan Jangan pernah memutuskan silaturahmi.

Semua yang ada pada Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar, bagi saya adalah hal yang paling berkesan.

Insha Allah, semangat dan inspirasi dari mereka semua akan semakin membangkitkan niat saya untuk menulis dan belajar lebih banyak lagi. ☺

Belajar Bareng Blogger Makassar
Menjadi Blogger bukanlah cita - cita, namun melalui Blogger dengan tulisan terbuka yang penuh manfaat dan ilmu, Insha Allah akan menjadi ladang amal dan pahala untuk kita, dan mungkin saja juga rejeki untuk kita.

Kita juga bisa menuangkan hasrat dan pikiran kita melalui tulisan terbuka yang ada pada blog.

Kedepannya saya akan mencoba meningkatkan tulisan saya lagi, dan menambah waktu luang saya untuk mengisi Blog ini. Insha Allah...

Wassalamualaikum wr.wb.


-Raya Putra-


http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html