Mencoba makan olahan ayam organik

Assalamu'alaikum wr.wb.


Hari Selasa lalu (15/1), saya bersama beberapa kakak blogger lainnya makan bersama di salah satu restoran olahan ayam cepat saji di Jl. Pettarani 2 No.14 Makassar, awalnya saya asal datang saja dan ikut makan tanpa pernah memikirkan kandungan,pengolahan, ataupun jenis ayam yang saya makan. Yang penting saya memenuhi ajakan, dan asal makan enak saja.

Ayam Bakar O'Chicken
Saat itu saya memesan paket ayam bakar untuk makanannya, ternyata mereka menyajikan cukup banyak varian olahan ayam mulai dari ayam goreng, ayam rica, ayam bakar hingga burger. Sedangkan saat saya ingin memesan minumannya, saya kebigungan sebab restoran ini hanya menawarkan 3 minuman saja, yaitu Es Teh, Susu, dan Air Mineral, tidak ada minuman jenis soda pada menunya yang berbanding terbalik dengan restoran cepat saji pada umumnya. Saya sempat berpikir "ini restoran gimana sih?", karena bingung akhirnya saya memutuskan memesan es teh saja sebagai minumannya.

Menu O'Chicken
Saya mengobrol dengan kakak blogger lain sembari menunggu pesanan saya datang. Dan beberapa saat kemudian, pesanan saya akhirnya datang. Kesan pertama saat melihat pesanan saya disajikan sih, cukup tertarik, karena warna ayam bakarnya terlihat di bakar dengan sempurna dan look-nya cukup membangkitkan gairah makan saya.

Selang beberapa detik es teh saya pun disajikan, namun lagi-lagi restoran ini cukup berbeda dalam penyajian es tehnya yang terbungkus kemasan dan tanpa es batu yang padat, namun dingin karena telah disimpan dari dalam kulkas.

Sayapun mencicipi makanan saya, dan pada gigitan pertama rupanya ayam ini seenak kelihatannya. Rasa manis dan gurih ayam bakarnya begitu pas, dan daging ayamnya pun cukup lembut, namun dengan tulang yang cukup keras tapi tulang yang cukup keras ini justru mempermudah saya mengambil tiap celah daging ayamnya tanpa tulang yang tersangkut.

Sambalnya pun cukup unik, berbeda dari sambal ayam bakar di restoran pada umumnya. Sambal ayam bakar ini sangat terasa seperti buatan tangan ibu saya sendiri😁. 

Kalau Es Tehnya sih, manisnya juga cukup pas, gak lebay lah😁.

Bapak Muh. Arafah Kube S.T. Owner O'Chicken Makassar
Kami semua cukup lahap memakan makanan kami. Sembari melahap makanan, Owner Cabang Makassar restoran ini dengan ramahnya menghampiri dan menyapa kami😁. Beberapa dari kami juga bertanya-tanya tentang makanan yang ada disini, dan dengan ramahnya sang owner pun menjawab dan menjelaskan tentang olahan mereka.

Dan rupanya sesuai nama restoran ini "O'Chicken" Atau yang merupakan singkatan dari Organic Chicken. Hampir semua makanan yang disajikan disini berasal dari bahan - bahan organik.

Organiknya seperti apa?
Ayam disini berasal dari peternakan ayam organik dan dibudidayakan secara alami tanpa antibiotik dan tidak disuntik hormon, dan ayamnya juga diasupi pakan khusus alami dari jamu herbal sebagai pengganti antibiotik alami.

Pengolahan makanan di O'chicken juga tidak menggunakan MSG, dan dijamin rendah lemak dan kolesterol.

Ini tentu sangat melegakan untuk kita semua yang hobby makan ayam potong dan cepat saji, mengingat sering menkonsumsi ayam potong itu tidak baik untuk kesehatan dan cukup berbahaya. Sebab pada umumnya ayam potong dikembangkan dengan pakan kimiawi serta selalu mendapatkan suntikan antibiotik yang justru membuat kuman pada ayam itu kebal antibiotik.

Source : Instagram @ochickenmakassar 
Ada hal lain yang membuat ayam disini memiliki rasa berbeda...
Bukan cuman sekedar sehat dan enak, ayam disini terjamin kehalal-an dan keberkahannya. Karena rumah pemotongan ayamnya telah bersertifikasi Halal sehingga setiap pemotongan ayam dilakukan secara manual dengan bacaan "Basmalah" dengan aturan syar'i.

Oh iya, ingatkah kalian dengan seorang professor asal jepang bernama Prof. Masaru Emoto yang meneliti air yang apabila dibacakan kalimat - kalimat yang baik akan menjadi partikel - partikel kristal yang indah. Dan tahukah kalian, jika beberapa peternakan selalu menggunakan musik pada peternakannya untuk meminimalisir gangguan suara dari predator. Maka pada peternakan ayam o'chicken mereka menggunakan Murrotal Al-Qur'an sebagai lagu dan kalimat yang baik untuk peternakan ayam mereka.

Penggunaan Ayat Suci Al-Qur'an yang dibacakan pada peternakan ayam ini tentu akan membuat ayam - ayam tersebut tumbuh dengan baik, berkah dan menjadi kebaikan bagi yang memakannya. Luar biasa yahh.

Hal ini sesuai dengan Tagline mereka yaitu "Restoran Ayam yang Halal, Toyyib, Lebih Sehat, dan Enak." Jadi, Kehalal-an , kebersihan, kesehatan, kenikmatannya gak usah diragukan lagi😀.

Menu Lain dari O'Chicken
Selain Ayam, semua bahan lain seperti sayuran juga berasal dari sayuran organik yang sehat. O'chicken juga tidak menyediakan sambal kemasan yang mengandung pengawet loh, mereka membuat sambal ulekan sendiri, jadi rasanya lebih nikmat dan tentu sehat.

Bukan cuman pada menu makanan, minuman di O'Chicken juga tidak berbahaya. Mereka hanya menyediakan Es Teh, Susu, dan Air Mineral. Mereka tidak menyediakan minuman lain, minuman kemasan apalagi minuman bersoda, ini karena O'Chicken ingin menyajikan makanan dan minuman yang sehat kepada semua masyarakat seperti layaknya menyajikannya untuk keluarga sendiri.

Bapak Owner O'Chicken cabang Makassar juga bercerita kepada kami bahwa anak - anaknya sendiri juga dalam satu minggu berkali - kali mengkonsumsi makanan pada O'Chicken ini, karena makanan disini benar - benar aman bahkan bila di konsumsi sehari - hari.

Daging Ayam Mentah O'Chicken Makassar
O'Chicken juga tidak hanya menyediakan ayam siap saji, tapi mereka juga menyediakan ayam mentah agar masyarakat bisa mengolah sendiri ayam sehat yang telah diternak dengan baik. Jadi, kalau kalian mau buat acara dan mau beli ayam, saya rekomendasikan 100000 % di O'Chicken.

Ayam mentah yang mereka sajikan dijamin kehigienisannya, karena setelah dipotong, ayam - ayam tersebut dibekukan dan dikemas pada sterofoam lalu dikirim ke  semua gerai O'Chicken. Tekstur Ayam mentahnya juga baik, bebas formalin karena tidak kaku apabila dicubit.

Semua sajian pada O'Chicken memang benar - benar terjamin kebersihan dan kesehatannya karena telah di uji di laboratorium IPB dan sertifikasi "Most Healthy anda High Quality Organic Food". Jadi, tidak usah diragukan lagi Kualitas dari O'Chicken. Rasa mantap, halal, berkah, bersih, sehat, lagi aman. Saya tidak puas hanya makan sendiri direstoran ini, tak lupa saya juga membungkus satu porsi ayam rica untuk dinikmati Ibu saya dirumah.

Kualitas dan kesehatan makanan keluarga itu penting untuk diperhatikan demi kesehatan diri sendiri dan semua anggota keluarga kita ya guysss!

Kalau mau tau selengkapnya tentang kualitas dari O'Chicken, yuk kepoin instagramnya @ochickenmakassar dan website mereka di www.ochicken.co.id .

- Raya Putra-  

Ada Apa Sih di Museum Macan? (Part 2)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ada Apa Sih Di Museum Macan

Pertama saya ingin mengucapkan, Selamat Tahun Baru 2019. Semoga ditahun ini kita semua semakin berjaya dalam rahmat Allah SWT😇.

Alhamdulillah, kali ini saya bisa melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Ada Apa Aja Sih di Museum Macan? , setelah lebih dari satu minggu tulisan itu menggantung menunggu sambungannya😅.

Setelah di bagian pertama saya menceritakan tentang karya-karya dari Seniman Indonesia 'Arahmaiani' di Museum Macan. Di Tulisan ini saya akan menceritakan karya lainnya dari Seniman Internasional asal Taiwan - Amerika 'Lee Mingwei'  dengan Tajuk "Seven Stories" Atau "Tujuh Kisah".

Seven Stories ini kece banget gais!! Sebab Menampilkan 7 Proyek seni dengan mengeksplorasi ide - ide seputar rasa percaya, keintiman, dan kesadaran diri. Lee Menempatkan partisipasi audiens menjadi pusat dalam karyanya.

Gimana sih?
Langsung aja deh saya bahas karya - karyanya.

The Mending Project Museum Macan
Pemandu Menjelaskan tentang "The Mending Project"
Yang pertama ada spot yang cukup instagramable nih, namanya The Mending Project. Proyek ini bisa kalian jumpai ketika baru keluar dari lift di lantai 'M' Museum, atau  Tepatnya di depan pintu masuk ruang pameran.

Pada Instalasi The Mending Project ini,  sang seniman menggunakan benang berwarna - warni dan kegiatan menjahit yang difungsikan sebagai titik awal untuk mendapatkan pemahaman mengenai hubungan manusia dan barang - barang kepunyaannya.

Proyek ini mengundang pengunjung untuk datang membawa pakaian atau kain yang ingin mereka perbaiki. Seseorang yang akan memperbaikinya telah siap duduk di balik meja dihadapan sebuah dinding yang penuh dengan gulungan benang berwarna - warni, ia akan berinteraksi dengan pengunjung sembari memperbaiki kain mereka. Orang itu akan melakukan pendekatan melalui percakapan dengan pengunjung, dan setelah kain diperbaiki, kain tersebut terlebih dahulu akan diletakkan diatas meja dan masih terhubung dengan benang di dinding. Sang penjahit sengaja memberikan warna benang yang berbeda dari warna kain, sebagai kenang- kenangan akan perjumpaan tersebut.

Menarik sekali bukan? The Mending Project ini juga bagus banget buat spot foto kamu😍.

Sonic Blossom Museum Macan
Sonic Blossom
Karya berikutnya yang paling menarik perhatian para pengunjung ada 'Sonic Blossom' nih gaiss!. Sonic Blossom ini bukanlah sebuah Karya Seni Instalasi tetapi Seni performans.

Pada Sonic Blossom, seorang penyanyi yang menggunakan pakaian adat khas seperti orang jepang(?), akan berjalan mengelilingi ruang pameran untuk menemukan seseorang yang akan ia berikan hadiah berupa sebuah lagu yang begitu indah.

Pengunjung yang beruntung itu akan diundang untuk duduk di sebuah kursi yang dirancang khusus, dan sang penyanyi akan mempersembahkan secara langsung salah satu dari lima Lieder Schubert dengan nada yang begitu tinggi untuk pengunjung asing ini.

Asik banget yah jika kita yang mendapatkan kesempatan duduk dikursi itu😍. Eitss tapi tenang, pengunjung lain juga tetap boleh menikmati lagu itu dengan berdiri dibelakang kursi sang pengunjung yang beruntung ini. Itu sebabnya, sonic blossom ini begitu menarik perhatian.

The Letter Writing Project Museum Macan
The Letter Writing Project
Berikutnya beberapa langkah dari kursi Sonic Blossom, ada instalasi Yang juga kece dan Instagramble nih gais, Namanya 'The Letter Writing Project.

Pada The Letter Writing Project, Lee Mingwei mengundang pengunjung untuk memasuki satu dari tiga bilik dengan posisi meja tulis yang berbeda di tiap biliknya (Duduk dikursi, Duduk dibantal, Berdiri), dimana pada bilik tersebut mereka dapat menuliskan surat - surat yang selalu ingin mereka tuliskan namun tidak pernah meluangkan waktu untuk hal tersebut.

The Letter Writing Project Museum Macan
Surat Pada Dibaca Dapat Dibaca
Surat - surat ini dapat berupa ucapan terimakasih, maaf, atau apapun yang diungkapkan kepada orang - orang terkasih yang telah hilang atau meninggalkan kita. Surat - surat ini dapat di rekatkan dan dituliskan alamat kepada yang dituju, yang nantinya akan dikirimkan oleh pihak museum macan, atau dapat juga ditinggalkan tanpa direkatkan untuk dibaca oleh pengunjung lainnya.

Saya sendiri menulis surat untuk seseorang yang telah pergi dari saya pada bilik ini, namun saya juga menyempatkan untuk membaca surat yang ada dan saya menemukan surat yang cukup menyentuh hati bertuliskan " For Dad at Paradise "😥.

Selain karya-karya itu, ada 4 lagi karya Lee Mingwei lainnya diantaranya ada, Our Labyrinth yang merupakan seni performans. Sayangnya saat saya datang, Our Labyrinth tidak sedang dalam jadwal perform-nya. Pada Our Labyrinth ini terdapat gundukan padi ditengah sebuah karpet, yang katanya sih jika dijadwalnya, Seorang Penari akan perlahan - lahan menyapu menghamburkan gundukan padi tersebut dan mengumpulkannya kembali dengan berbagai pola secara lambat.

Our Labyrinth Museum Macan
Our Labyrinth
Ada juga nih Between Going and Staying, yang berupa  ruangan "Sangat Gelap" Dan dipastikan '"Tidak Dapat Difoto". Satu-satunya pencahayaan pada ruangan tersebut adalah bohlam lampu yang pecah dan redup yang merupakan sumber aliran pasir hitam yang terus dialirkan jatuh dengan sangat lambat dan akan memenuhi ruangan.

Pada ruangan ini, gerakan kami dibatasi. Selain itu ruangan ini juga diikutkan dengan alunan musik tradisional khas Asia Tengah yang menciptakan momen mediatif dan ketenangan.

The Dinning Project
Selain karya - karya tersebut, 2 karya lainnya iyalah The Dinning Project dan Guernica In Sand. Guernica In Sand ini merupakan Lukisan Pasir raksasa yang belum selesai, dan konon katanya akan diselesaikan dan di performanskan Pada 19 Januari 2019 nanti, dimana pengunjung juga bisa ikut bersama menghancurkan Lukisan Pasir tersebut.

Duhh kedengarannya asik ya? 😅.. Hmmm gimana, tertarik ke Museum Macan tanggal 19 nanti? 😁.

Oh iya, selain Arahmaiani dan Lee Mingwei saya juga sempat menyebutkan ada karya  seniman bernama On Kawara yang mengisi ruang Museum ini.

On Kawara ini rupanya bukanlah Karya yang berupa Seni Instalasi, performans, ataupun lukisan seperti kedua seniman lainnya, tetapi karya On Kawara ini rupanya berupa Pembacaan Karya yang berjudul "One Million Years".

Pembacaan Karya On Kawara (Photo by Suryani Palamui)
Pembacaan Karya On Kawara ini berada terpisah dari lantai pameran, yaitu terletak dilantai 6 bersama dengan Macan Galery dan Macan Library. Sayangnya, saya tidak menyempatkan diri untuk mampir menyimak karya On Kawara ini.

So, buat kamu yang kepo tentang seperti apa sih pembacaan karya On Kawara ini, atau karya-karya lainnya yang tidak saya ceritakan. Hmmm, mending langsung saja yuk melipir ke Museum Macan 😁.

Sedikit tips nih sebelum mengunjungi museum macan, agar tidak ketinggalan jadwal perform atau event yang ada, sebaiknya cek jadwal dan tiket Museum Macan dulu nih di www.museummacan.org , or u can be found the Schedule on instagram @museummacan .

Kalian juga bisa melakukan pemesanan tiket lewat situs museum macan itu loh. Katanya sih, Tiketnya cukup mahal? Yakin nih? tapi worth it banget kan dengan fasilitas dan Instalasi - instalasi yang ditawarkan😊.

Galeri Anak Museum Macan
Kotak Utak Atik @Galery Anak
Oh iya selain karya dari seniman-seniman tersebut, Museum Macan juga menyediakan Tur dan Galeri khusus anak loh, pada Galeri Anak ada karya kotak utak atik yang unik dari kardus nih, karya seniman Indonesia Gatot Indrajati.

Pokoknya Hayuk deh, melipir ke Museum Macan😁 *Jangan Dibaca aja* 😅


-Raya Putra-


http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html